Kupas Tuntas Dropshipping

Beragam bisnis online yang hadir di sekeliling kita, bagaimana cara memilih mana bisnis yang cocok untuk kita dan mana yang tidak? Nah dalam artikel bisnisbook kali ini saya ingin memperkenalkan apa yang disebut dengan dropshipping. Sebelum kita masuk ke pengertian dropshipping, saya ingin menanamkan sebuah mindset penting terlebih dulu pada Anda.

Produk dulu atau yang penting jualan dulu?

Banyak orang yang memulai bisnis online, start dari membuat produk dulu. Inilah kesalahannya. Dalam memulai, apalagi jika Anda seorang karyawan yang belum pernah usaha sama sekali, ada baiknya untuk awal-awal Anda belajar, Anda berkenalan dulu dengan cara kerja bisnis. Cara yang paling sederhana adalah : dropshipping.

Apa itu dropship? Dropship/dropshipping adalah suatu bisnis menjual barang milik orang lain atas sepersetujuan sang pemilik barang. Simak materi lain terkait dropshipping: Apa itu dropship?

Ilustrasi: Misalkan Tono memiliki 100 buah flashdisk. Ia menjualnya dengan harga 100 ribu. Lalu Anda bersepakat dengan Tono untuk membantu Tono menjual flashdisknya. Anda menjual kepada Bondan  seharga 150 ribu. Begitu Bondan setuju dengan Anda dan membayar kepada Anda, Anda meneruskan pembayaran sebesar 100 ribu kepada Tono, dan meminta Tono untuk mengirimkan barangnya kepada Bondan. Anda untung 50 ribu.

Untuk lebih jelasnya, coba simak diagram berikut ini:

sumber: www.sellerbot.com


Nah, bagaimana langkah-langkah umum menjalankan bisnis dropship di era digital seperti sekarang? Silakan disimak uraian berikut:

baca juga: 4 Peluang Usaha di Tahun 2017

A. Membuka toko

1/ Buat toko Anda dengan cara membangun website terlebih dulu. Jika Anda tidak bisa, bisa dimulai dari membuat fanpage dulu di facebook. Membuat page gratis, tidak dipungut biaya. Caranya, bisa dilihat disini.

2/ Setelah fanpage jadi, Anda mulai memasukkan barang-barang yang Anda jual. Lho, darimana daftar barangnya? Anda bisa membantu teman Anda yang memiliki barang yang bisa dijual, atau Anda bisa mencarinya di Tokopedia atau Bukalapak, atau marketplace besar lainnya di Indonesia. 

Screenshot barang di Tokopedia

Misalkan kita ambil contoh gambar diatas, yakni barang dari Tokopedia. Terlihat disana ada beberapa barang yang berharga murah. Anda liat di sisi sebelah kiri komputer, ada tulisan: URUTKAN. Nah, urutkan sesuai dengan penjualan.

Kenapa mengurutkan penjualan? Karena Anda pasti ingin menjual barang yang laku, bukan? Setiap Anda urutkan berdasarkan penjualan, baik tokopedia maupun bukalapak pasti mengurutkan berdasarkan barang-barang yang terjual banyak di pasaran.

Klik Urutkan

Nanti akan ada tampilan seperti ini (saya ambil contoh berdasarkan kategori yang tadi saya buka di point 1, yaitu olahraga).

Tampilan kategori setelah diurutkan

Pilihlah barang-barang yang ingin Anda jual. Misalkan Eve Magic Bra seperti diatas. Tertulis berharga Rp 69.000, Anda bisa pasang di page Anda seharga Rp 169,000. Artinya Anda untung Rp 100.000 setiap ada penjualan. Menarik bukan?

B. Berjualan

Setelah Anda memilih dan memilah produk dari marketplace dan meletakkan di toko Anda, mulailah untuk berjualan. Cara berjualan diantaranya:

1/ Beriklan. Anda bisa memasang iklan di Google atau Facebook. Cara ini disebut cara mendatangkan pengunjung secara berbayar (paid traffic). Belajarlah untuk beriklan di Facebook atau Google pada ahlinya. Untuk pemula, Anda bisa mengikuti workshop iklan Facebook dengan tarif berkisar 1-5 Juta rupiah. Dipastikan sekeluar dari workshop Anda pasti bisa memasang iklan sendiri dan mulai mendapatkan uang. 

Sekedar gambaran, begini ilustrasinya:
  • Anda beriklan Rp 100,000 per hari
  • Berdasarkan data, iklan sebanyak ini seharusnya bisa mendatangkan 10,000 pengunjung di fanpage Facebook Anda. 
  • Dengan 10,000 orang yang melihat produk Anda, bisa terjadi transaksi paling tidak 3-10 penjualan. 
  • Keuntungan Anda anggaplah Rp 50,000 per penjualan.
  • Maka jika terjual 3 pcs saja, Anda bisa mendapatkan uang 5x50,000 = 250,000
  • Omset 250,000 - 100,000 (membayar iklan) = 150,000 (keuntungan)
  • Diharapkan pada akhir bulan Anda bisa mendapatkan 30 x 150,000 = Rp 4,500,000
Lumayan bukan? Kelemahan teknik ini, memakan biaya untuk mendatangkan pengunjung. Karena berbayar, maka Anda harus jeli dalam merencanakan keuangan. Salah-salah, bisa malah rugi semua. Tapi tidak ada yang rugi sebetulnya dalam memulai, karena Anda sedang membeli proses dan pengalaman. Kalau Anda mahir dan makin berkembang pengalamannya, bukan tidak mungkin mendapatkan ratusan juta per bulan hanya dari dropshipping menggunakan paid traffic/pengunjung berbayar.

2/ Membangun pengunjung organik. Apa maksudnya? Setelah web Anda jadi, Anda bisa mendatangkan pengunjung secara gratis ke web Anda dengan metode optimisasi mesin pencari (Search Engine Optimization). Saya tidak bisa mengajarkan itu dalam artikel ini karena sangat panjang dan kompleks. Banyak sekali workshop di luar sana yang mengajarkan teknik SEO untuk toko online. Anda bisa mencari di Google. Kisaran harga workshopnya sama, sekitar 1-5 juta rupiah.

Teknik ini kelebihannya adalah GRATIS. Tapi kelemahannya, LAMA. Membutuhkan waktu lama untuk mendatangkan pengunjung secara gratis ke dalam website Anda. Selain itu, banyak aspek teknis yang harus Anda kuasai juga untuk membuat website Anda cepat dan mudah dipelajari oleh pengunjung. Untuk bisnis jangka panjang, SEO sangat cocok untuk dipelajari.

3/ Memasang produk di Marketplace. Nah ini cukup menjadi alternatif, karena banyak sekali sekarang pembeli yang mengunjungi marketplace seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, dan sejenisnya. Anda tinggal buka toko disana, taruh barang yang Anda jual, lalu biarkan Tokopedia yang mengarahkan pembelinya.

Kelemahannya, persaingan tinggi dan Anda sebaiknya punya produknya terlebih dulu. Memang sih, Anda bisa mengambil barang di Tokopedia, lalu jual di Bukalapak. Ini teknik beberapa orang. Tapi untuk jangka panjang kurang bagus.

C. Memproses Penjualan


Asumsikan toko Anda sudah mendapatkan pembeli. Yeay!! Nah, bagaimana memprosesnya?

  • Segera kontak penjual barang di marketplace. Kalau Anda pintar, Anda bisa meminta no WA atau BBM penjualnya terlebih dulu sebelum berjualan agar memudahkan proses order
  • Pasang order Anda di marketplace. Biasanya nanti seller akan memberikan kupon ataupun kategori khusus kalau Anda dropshipping. Baca dengan detail peraturan toko tempat Anda melakukan dropship agar tidak diblokir oleh toko.
  • Letakkan pesan di keranjang belanja Anda, jelaskan bahwa ini order dropship. Kalau Anda belanja melalui Tokopedia, maka Anda akan mendapatkan checkbox "dropshipper". Artinya Anda sebagai dropship dan menginginkan toko untuk mengirim barang atas nama Anda.
  • Bayar, lalu tunggu seller memberikan no resi kepada Anda. 
  • Setelah Anda memperoleh no resi, kirimkan no resi pengiriman itu kepada konsumen Anda
  • Selesai!
Nah demikianlah secara tuntas proses melakukan bisnis dropship ini. Saya tahu bahwa di benak Anda masih banyak pertanyaan. Tenang, materi belum selesai dan saya akan terus menulis tentang dropship ini agar Anda betul-betul paham mengenai dropship dan bisa mendapatkan income/penghasilan tambahan dari model bisnis yang sekarang sedang tren ini.

Stay tune di bisnisbook ya!


0 Response to Kupas Tuntas Dropshipping

Posting Komentar