Cara Menghitung Bunga Deposito bank BRI, BNI, Mandiri

Cara Menghitung Bunga Deposito - Mungkin Anda tertarik mengikuti deposito di Bank BRI, BNI, Mandiri tetapi bingung cara menghitung bunganya? Disini kami sedikit mengulas cara menghitung bunga deposito. Pada dasarnya setiap Bank mempunyai aturan yang berbeda- beda sesuai dengan kebijakannya. Sebelum membahas tentang cara menghitung bunga deposito ada baiknya mengetahui apa sebenarnya deposito itu. 

Ya deposito adalah salah satu produk dari lembaga keuangan seperti perbankan. Dari segi layanannya, semacam penyimpanan dana tunai tanpa ditarik dalam jangka waktu tertentu. Nah sebagai imbalannya, nasabah akan menerima bunga yang lebih tinggi dari suku bunga tabungan biasa. Untung bukan?
Cara mengitung bunga deposito bank BRI, BNI, Mandiri
Jika layanan tabungan, nasabah dapat menariknya kapan saja. namun hal ini tidak berlaku pada deposito. Namun jika nasabah menarik dana yang disetorkan sebelum waktu yang telah disepakati dalam kontrak, akan dikenakan pinalti. Keuntungan mengikuti deposito ini, salah satunya membantu nasabah mengatur keuangan pribadi agar tidak sering melakukan penarikan tunai. Maka, tak heran jika deposito  termasuk dalam investasi. Setarara dengan saham, reksa dana, dan obligasi. 

Cara menghitung Bunga Deposito bank

Untuk membuat deposito, Nasabah biasanya menyediakan dana minimal 8- 10 juta rupiah. Namun setiap bank mempunyai kebijakan yang berbeda. Ada bank yang menetapkan minimal deposito hanya 1 juta rupiah. Sedangkan jangka waktu yang berlaku mulai 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, dan 12 bulan. Bunga akan semakin tinggi jika jangka waktu yang dipilih semakin lama. 

Dari jenisnya, Deposito ada 2. Yaitu deposito berjangka dan sertifikat deposito. Deposito berjangka adalah dana simpanan yang hanya dapat ditarik oleh nasabah, tidak dapat dipindah tangankan, dan diperjual belikan. Bedanya dengan sertifikat deposito dapat dicairkan oleh siapapun yang mempunyai sertifikat tersebut, bisa dipindah tangankan dan dapat diperjual belikan.
Baca Juga : Cara Menabung untuk Pendidikan Anak di Masa Depan
Setelah mengetahui sekilas tentang deposito, berikut ini cara menghitung bunga deposito :

1. Dana simpanan kurang dari Rp 7.500.000 (masa tenor dalam bulan)

Bunga deposito = jumlah yang simpanan x bunga per tahun x tenor : 12
Ilustrasi contoh kasus:
Pak Arya melakukan deposito di Bank Sehat dengan jumlah Rp 5.000.000, dengan suku bunga 5%, selama 3 bulan. Berapa bunga yang diterima Pak Arya setelah jatuh tempo 
Bunga deposito Pak Arya = Rp 5.000.000 x 5% x 3 : 12 = Rp 62.500

2. Dana simpanan lebih dari sama dengan Rp 7.500.000 (masa tenor dalam bulan)

Bunga deposito = jumlah yang simpanan x bunga per tahun x 80% x tenor : 12
Angka 80% ini diambil dari persentase keuntungan dikurangi persentase pajak 20 %. 
Ilustrasi contoh kasus:
Pak Budi melakukan deposito di Bank Sejahtera sebesar Rp 10.000.000, dengan suku bunga 5 %, dengan jangka waktu 3 bulan. Maka pada saat jatuh tempo, bunga yang diterima Pak Budi adalah berikut ini
Bunga Deposito Pak Budi = Rp 10.000.000 x 5% x 80% x 3 : 12 = Rp 100.000
Itu tadi cara menghitung bunga deposito bank yang mungkin bisa anda jadikan sebagai refrensi. Semoga bermanfaat. Terima kasih

0 Response to Cara Menghitung Bunga Deposito bank BRI, BNI, Mandiri

Posting Komentar